SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, menyoroti lemahnya sistem audit bencana di daerah, menyusul peristiwa longsor di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kukar, yang merusak puluhan rumah warga.
Ia menekankan pentingnya transparansi dari semua pihak agar konflik penyebab longsor tidak semakin membingungkan publik. “Kalau bencana terus berulang tanpa evaluasi serius, kepercayaan masyarakat bisa hancur,” ujarnya, Senin (23/6/2025).
Perbedaan pandangan muncul di lapangan. Warga menuding aktivitas tambang PT BSSR sebagai biang longsor, sementara Dinas ESDM Kaltim merujuk hasil kajian Unmul yang menyebut faktor geologis sebagai penyebab utama. Reza menilai kondisi ini menguatkan urgensi audit independen yang melibatkan berbagai perspektif.
DPRD pun akan meninjau langsung lokasi bersama Dinas ESDM, Pemkab Kukar, Unmul, BPPJN, serta warga. Semua pihak diminta membawa data dan terbuka pada temuan baru.
“Ini bukan soal menyalahkan, tapi memastikan warga terdampak mendapat keadilan dan solusi. Kita perlu kejujuran, bukan saling menutup-nutupi,” tegas politisi Gerindra itu.
Reza juga menekankan pentingnya pemulihan pascabencana, tak hanya secara fisik tapi juga sosial dan psikologis. Ia mendorong dibangunnya sistem audit bencana yang kredibel agar tak lagi menimbulkan trauma kolektif. (Sam/ADV*)



