KUTAI KARTANEGARA — Pengelolaan sampah bukan sekadar urusan teknis, tetapi soal komitmen dan keteladanan. Pesan itu mengemuka saat Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, hadir sebagai narasumber di Desa Batuah, Selasa (9/12/2025) lalu. Di hadapan peserta, ia berbicara lugas namun membumi, menekankan bahwa perubahan hanya akan terjadi jika dimulai dari diri sendiri.
Hery menegaskan, bank sampah sejatinya sudah ada di setiap desa di wilayahnya. Namun, konsistensi menjadi kunci. Dari sekian desa, baru Batuah yang dinilai mampu menjalankan pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Bukan karena fasilitas semata, melainkan karena ada kemauan untuk bergerak bersama.
“Kalau bukan dari kita, siapa lagi yang akan memulai. Tapi kalau kita memberikan contoh, pasti akan diikuti masyarakat, karena warga butuh keteladanan,” ujarnya tegas.
Menurutnya, perubahan perilaku tidak lahir dari imbauan semata. Ia harus dibangun pelan-pelan, dimulai dari rumah tangga. Ketika memilah, mengelola, dan bertanggung jawab atas sampah menjadi kebiasaan sehari-hari, dampaknya akan merambat ke lingkungan sekitar.
“Membangun kebiasaan yang baik dari rumah sendiri dulu, baru bisa merambat ke yang lain,” sambung Hery, menggarisbawahi pentingnya konsistensi.
Di akhir penyampaiannya, camat berkacamata itu kembali mengajak peserta untuk tidak menunda. Pengelolaan sampah, katanya, menuntut keberanian untuk bertindak sekarang juga—bukan nanti.
“Kalau bukan kita yang mulai siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Harus dimulai sekarang, bagaimana kita memiliki komitmen untuk mengelola sampah dengan baik,” serunya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Desa Batuah berharap peserta tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi menerjemahkannya menjadi aksi nyata. Pengelolaan sampah diharapkan tumbuh menjadi budaya bersama—demi lingkungan Desa Batuah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Sam/red)



