SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, mendesak Pemprov Kaltim segera turun tangan menyikapi penutupan Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) di Samarinda. Ia menilai konflik internal manajemen yang dibiarkan berlarut telah berdampak serius pada layanan kesehatan masyarakat.
“Ini bukan sekadar persoalan internal, tapi menyangkut kepentingan publik. Penutupan RSHD merugikan banyak pihak, terutama masyarakat yang kehilangan akses layanan medis,” tegas Darlis, Selasa (3/6/2025).
Menurutnya, RSHD memiliki nilai historis dan peran strategis dalam pelayanan kesehatan di Kaltim. Kehilangan rumah sakit ini, kata Darlis, berarti melemahkan sistem kesehatan yang masih membutuhkan dukungan rumah sakit swasta.
Darlis menyesalkan lambannya respons Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga Kerja. Ia menegaskan DPRD Kaltim siap memfasilitasi dialog, namun manajemen rumah sakit juga harus membuka diri.
“Ini soal tanggung jawab publik. RSHD tak bisa dikelola hanya dengan logika bisnis internal,” tegasnya. (Sam/ADV*)



