KUTAI KARTANEGARA – Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, menegaskan komitmennya untuk menjadi salah satu desa yang mandiri pangan di Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui program strategis yang dijalankan pada 2025, pemerintah desa menargetkan swasembada pangan dengan memaksimalkan lahan pertanian yang tersedia.
Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki kurang lebih 800 hektare lahan sawah. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 hektare sudah tergolong produktif dan menjadi tumpuan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Fokus utama kami tahun ini adalah meningkatkan produktivitas lahan. Potensi yang ada cukup besar, dan kalau dimanfaatkan maksimal, Rapak Lambur bisa mandiri pangan,” jelas Yusuf, Rabu (21/5/2025).
Ia menambahkan, program swasembada pangan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan warga desa, tetapi juga mendukung ketersediaan pangan di tingkat kabupaten. Dengan posisi Kukar sebagai salah satu lumbung pangan Kalimantan Timur, kontribusi desa sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Kalau desa kuat pangan, maka Kukar juga semakin kokoh dalam mendukung kebutuhan Kaltim. Jadi ini bukan hanya soal desa kami, tapi juga kontribusi untuk daerah,” ujarnya.
Yusuf menekankan, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani, dan dukungan pemerintah daerah. Oleh sebab itu, koordinasi terus dilakukan agar setiap program bisa berjalan sesuai rencana.
Untuk tahun ini, pemerintah desa sudah memulai berbagai persiapan. Salah satunya dengan melakukan pemetaan lahan secara lebih detail, guna memastikan potensi sawah produktif benar-benar bisa dioptimalkan. Selain itu, penyesuaian pola tanam juga sedang digodok untuk meningkatkan intensitas panen.
“Ketahanan pangan tidak bisa hanya andalkan satu atau dua program. Harus ada sistem yang terintegrasi, mulai dari lahan, petani, hingga dukungan sarana produksi. Itu yang sekarang kami dorong,” tutur Yusuf.
Ia berharap, langkah swasembada pangan ini bisa menjadi model yang menginspirasi desa lain di Kukar. “Kalau Rapak Lambur bisa, saya yakin desa lain juga bisa. Karena semua punya potensi masing-masing,” pungkasnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)



