KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya dalam membangun pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui pengembangan wisata berbasis desa.
Dengan menggandeng akademisi dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Universitas Mulawarman, Dispar Kukar melakukan pendampingan intensif kepada masyarakat desa untuk mengelola potensi wisata secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat tahu bagaimana mengembangkan daya tarik wisata di tempat mereka, sekaligus meningkatkan SDM agar bisa mengelola itu dengan baik,” kata M Ridha Fatriana Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, Jumat (27/6/2025).
Program pendampingan ini tidak hanya menekankan pada promosi, tetapi juga peningkatan kapasitas SDM dan penguatan daya tarik wisata desa. Ridha mencontohkan, beberapa desa sudah mulai mengembangkan kawasan gua sebagai destinasi wisata minat khusus, yang menarik perhatian komunitas pecinta alam.
“Daya tarik seperti gua itu pasarnya minat khusus. Tidak semua orang datang, tapi ada komunitas tertentu yang tertarik. Ini bisa dikembangkan,” jelasnya.
Ridha menekankan, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi inti strategi Dispar Kukar. Masyarakat, pemilik lahan, hingga tokoh desa dilibatkan sejak awal agar tidak ada kendala dalam pengelolaan.
“Masalah seperti tanah dan pengelolaan harus dibicarakan dengan masyarakat. Mereka harus dilibatkan sejak awal. Kolaborasi adalah kunci keberhasilan,” tegasnya.
Meski usulan pembentukan Pokdarwis sudah masuk sejak akhir 2024, penyerahan SK baru bisa dilakukan tahun ini. Penyerahan tersebut akan dikombinasikan dengan sosialisasi, sehingga masyarakat langsung memahami fungsi dan peran Pokdarwis.
“Setiap Pokdarwis minimal beranggotakan 10 orang, dan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan desa,” tambahnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)



