KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan lima desa unggulan untuk berlaga di Lomba Desa Wisata Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Juli 2025 mendatang.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta, menyebut persiapan ini dilakukan melalui pendampingan intensif yang melibatkan akademisi dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Universitas Mulawarman.
“Pendampingan ini kami lakukan sejak beberapa bulan terakhir. Kami ingin desa-desa siap bukan hanya untuk lomba, tapi juga punya bekal jangka panjang dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat,” kata Ridha, Jumat (30/5/2025).
Ridha menjelaskan, setiap desa yang masuk prioritas diberikan program pendampingan sesuai kebutuhan mereka. Misalnya, di Desa Kersik ada 10 jenis pelatihan, di Sumber Sari enam pelatihan, dan di Desa Sangkuliman fokus pada manajemen event dan UMKM kuliner.
“Jadi pelatihannya tidak satu pola untuk semua desa. Kami sesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing,” jelasnya.
Selain pelatihan, Dispar Kukar juga memperkuat peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di setiap desa. Pokdarwis dianggap sebagai ujung tombak pengelolaan pariwisata desa, sekaligus motor penggerak kolaborasi dengan masyarakat dan pihak swasta.
“Berkas pembentukan Pokdarwis sudah masuk sejak akhir 2024, tapi SK baru bisa kami serahkan tahun ini. Penyerahannya langsung kami kombinasikan dengan sosialisasi agar lebih efektif,” tambahnya.
Melalui program ini, Dispar Kukar berharap desa-desa wisata di Kukar tidak hanya tampil dalam lomba, tetapi juga mampu memperkuat daya tarik wisata daerah dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Target kami, prestasi di lomba nanti bisa tercapai. Tapi yang lebih penting, desa punya kemandirian dalam mengelola wisata secara berkelanjutan,” tegas Ridha. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)



