Guntur Dorong Perusda Kelola Transportasi Sungai Mahakam untuk Dongkrak PAD

Muhammad Guntur Anggota DPRD Kaltim. (Foto: Asu/redaksi)

SAMARINDA- Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur Guntur menyoroti perlunya pelibatan perusahaan milik daerah (Perusda) dalam pengelolaan transportasi sungai, khususnya alur kolong Jembatan Mahakam.

Menurutnya, langkah ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

“Saat ini wewenangnya masih di tangan pusat, tetapi ke depan daerah harus punya peran lebih besar, setidaknya melalui BUMD yang memahami konteks dan karakter daerah,” ujar Guntur di Samarinda, Senin (2/6).

Politisi PDI Perjuangan ini menilai potensi ekonomi Sungai Mahakam masih belum tergarap secara optimal. Dengan pelibatan Perusda, pemerintah daerah dapat mengelola potensi tersebut secara lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan lokal.

“Jika Perusda diberi ruang untuk mengelola lalu lintas air, maka dampaknya bisa langsung dirasakan dalam bentuk pemasukan daerah yang kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Pengelolaan transportasi sungai dapat menjadi sumber PAD baru yang strategis bagi Kaltim, apabila dikelola dengan profesional. Guntur mencontohkan keberhasilan pengelolaan Sungai Barito di Kalimantan Selatan yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Kita tinggal belajar dari daerah lain yang sudah berhasil. Barito dikelola dengan baik, kenapa Mahakam tidak? Ini soal komitmen untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Guntur turut menyoroti aspek teknis yang perlu mendapat perhatian, seperti pendangkalan sungai yang dinilai menghambat aktivitas transportasi dan berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.

“Pendangkalan bisa mencapai 5 sentimeter per tahun. Kalau dibiarkan, ini bisa menghambat arus kapal dan berdampak pada kelancaran ekonomi,” katanya.

Tentunya, pelibatan Perusda tidak semata-mata bertujuan mengejar pendapatan, melainkan juga mencakup tanggung jawab terhadap kualitas layanan transportasi air dan pelestarian lingkungan.

“Kalau dikelola secara profesional, Perusda bisa jadi ujung tombak dalam menjaga keberlanjutan sungai sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya.ADV 96 DPRD Kaltim

Guntur Dorong Perusda Kelola Transportasi Sungai Mahakam untuk Dongkrak PAD

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur Guntur menyoroti perlunya pelibatan perusahaan milik daerah (Perusda) dalam pengelolaan transportasi sungai, khususnya alur kolong Jembatan Mahakam.

Menurutnya, langkah ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

“Saat ini wewenangnya masih di tangan pusat, tetapi ke depan daerah harus punya peran lebih besar, setidaknya melalui BUMD yang memahami konteks dan karakter daerah,” ujar Guntur di Samarinda, Senin (2/6).

Politisi PDI Perjuangan ini menilai potensi ekonomi Sungai Mahakam masih belum tergarap secara optimal. Dengan pelibatan Perusda, pemerintah daerah dapat mengelola potensi tersebut secara lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan lokal.

“Jika Perusda diberi ruang untuk mengelola lalu lintas air, maka dampaknya bisa langsung dirasakan dalam bentuk pemasukan daerah yang kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Pengelolaan transportasi sungai dapat menjadi sumber PAD baru yang strategis bagi Kaltim, apabila dikelola dengan profesional. Guntur mencontohkan keberhasilan pengelolaan Sungai Barito di Kalimantan Selatan yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Kita tinggal belajar dari daerah lain yang sudah berhasil. Barito dikelola dengan baik, kenapa Mahakam tidak? Ini soal komitmen untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Guntur turut menyoroti aspek teknis yang perlu mendapat perhatian, seperti pendangkalan sungai yang dinilai menghambat aktivitas transportasi dan berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.

“Pendangkalan bisa mencapai 5 sentimeter per tahun. Kalau dibiarkan, ini bisa menghambat arus kapal dan berdampak pada kelancaran ekonomi,” katanya.

Tentunya, pelibatan Perusda tidak semata-mata bertujuan mengejar pendapatan, melainkan juga mencakup tanggung jawab terhadap kualitas layanan transportasi air dan pelestarian lingkungan.

“Kalau dikelola secara profesional, Perusda bisa jadi ujung tombak dalam menjaga keberlanjutan sungai sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (Asu/ADV*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *