Kelurahan Panji Perkuat Edukasi dan Program Makanan Tambahan untuk Tekan Stunting

Isnaniah Lurah Panji Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: Asu/redaksi)

KUTAI KARTANEGARA – Kelurahan Panji di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan komitmen serius dalam pencegahan stunting. Meski wilayah ini sudah dinyatakan bebas dari kasus stunting, pemerintah kelurahan tetap menjalankan berbagai program edukasi dan pemberian makanan tambahan guna memastikan balita tetap tumbuh sehat dan terhindar dari gizi buruk.

Lurah Panji Isnaniah mengatakan, langkah pencegahan tetap dijalankan karena stunting merupakan masalah serius yang bisa berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi pondasi utama agar kesadaran akan pentingnya perilaku hidup sehat semakin melekat di kalangan orang tua.

“Untuk penanganan stunting, programnya memang sudah ada dari pemerintah daerah. Namun di Kelurahan Panji, kami juga aktif turun ke lapangan. Apabila ada laporan balita terindikasi underweight maupun wasting, maka langsung kami tindak lanjuti,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).

Isnaniah menjelaskan, istilah underweight merujuk pada kondisi berat badan anak di bawah rata-rata atau normal, sementara wasting berarti gizi kurang atau gizi buruk di mana proporsi berat badan anak terhadap tinggi badannya jauh di bawah angka normal. Situasi semacam ini, kata dia, tidak bisa dibiarkan terlalu lama dan harus segera ditangani.

Selain mengedepankan edukasi, Kelurahan Panji juga melaksanakan program nyata berupa pemberian makanan tambahan bagi balita. Program ini dikelola oleh Tim Penggerak PKK Kelurahan bekerja sama dengan kader Posyandu balita yang ada di wilayah tersebut.

“Belum lama ini kami melaksanakan program makanan tambahan untuk balita. Setiap hari mereka mendapatkan makanan bergizi pagi, siang, dan sore,” ungkap Isnaniah.

Menariknya, makanan tambahan itu tidak hanya diberikan di pos pelayanan, tetapi langsung diantar ke rumah masing-masing balita penerima. Hal ini dilakukan agar distribusi lebih merata sekaligus memastikan anak-anak benar-benar mengonsumsi makanan bergizi yang sudah disiapkan.

Lebih lanjut, Isnaniah menegaskan bahwa pihak kelurahan tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan makanan, tetapi juga ikut memantau perkembangan balita penerima setiap minggu.

“Kami tidak hanya memberi makanan bergizi, tapi juga melakukan monitoring agar terlihat hasilnya. Apakah berat badan anak naik ataukah ada masalah kesehatan yang perlu ditangani,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan mencegah stunting tidak cukup hanya dengan program sesaat. Diperlukan kesadaran kolektif, mulai dari keluarga hingga masyarakat luas, untuk menjaga pola makan dan perilaku hidup sehat. Dengan adanya program makanan tambahan, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak.

“Program ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Kami ingin semua anak di Kelurahan Panji tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari risiko stunting,” pungkasnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *