SAMARINDA – Sinergi antara TNI dan Polri kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat. Kali ini, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui fasilitasi pemulangan seorang warga asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang sempat berdomisili di Samarinda untuk bekerja, namun mengalami kondisi yang tidak sesuai harapan hingga kesulitan untuk kembali ke kampung halaman.
Founder Rumah Harapan Rakyat Kalimantan Timur, Pandhu Samudra, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya warga yang ingin pulang, tetapi terkendala biaya.
“Setelah mendapat informasi tersebut, kami langsung melakukan skrining terhadap yang bersangkutan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan penanganan lanjutan,” ujar Pandhu, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah mengumpulkan data dan memastikan kebenaran informasi agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Setelah proses tersebut rampung, pihak Rumah Harapan Rakyat Kaltim berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat di wilayah Kelurahan Bukit Pinang.
“Selanjutnya, komunikasi kami teruskan ke Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda untuk bersama-sama mencarikan solusi terbaik,” tambahnya.
Pandhu mengapresiasi respons cepat aparat kepolisian dan TNI yang dinilainya sigap dalam menangani persoalan sosial tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan, terutama mereka yang terlantar di daerah perantauan.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat terlantar merupakan amanah negara yang wajib mendapatkan perhatian dan perlindungan sebagaimana diatur dalam perundang-undangan. Karena itu, menurutnya, kepedulian dan gotong royong semua pihak menjadi kunci agar persoalan serupa dapat ditangani dengan cepat dan manusiawi.
Langkah pemulangan ini diharapkan menjadi contoh sinergi kemanusiaan antara elemen masyarakat, aparat keamanan, dan lembaga sosial dalam memastikan tidak ada warga yang terabaikan. (Man/Rd)



