SAMARINDA – Dua ponton bermuatan batu bara menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda, pada Minggu (4/1/2026) dini hari sekitar Pukul 01.14 WITA. Insiden terjadi saat arus Sungai Mahakam sedang deras dan kapal tengah menunggu giliran pengolongan di bawah jembatan.
Kejadian melibatkan tugboat Bloro 7 yang menarik tongkang Robby 311 serta tugboat Raja Laksana 165 yang menarik tongkang Danny 95. Berdasarkan informasi di lapangan, kedua ponton bersenggolan di tengah sungai hingga kehilangan kendali dan terseret arus ke arah tepi pilar Jembatan.
Seorang warga Loa Buah, Edi, mengatakan sebelum kejadian terdengar informasi melalui radio komunikasi HT terkait ponton yang hanyut. Tak lama kemudian terdengar suara benturan keras.
“Saya cek ke tengah sungai, dua ponton sudah terjepit di pilar jembatan,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, satu ponton menghantam pilar jembatan dalam posisi lurus, sementara ponton lainnya melintang di bawah dek jembatan dan menghambat jalur pelayaran.
Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan beberapa kapal tugboat. Sekitar satu jam kemudian, satu ponton berhasil ditarik menjauh ke arah hulu dengan bantuan tiga tugboat. Sementara tugboat Raja Laksana 165 bersama ponton Danny 95 masih berada di bawah jembatan menunggu evakuasi lanjutan.
Personel Polresta Samarinda (Satpolairud) mengamankan lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya kelalaian prosedur pelayaran.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pemantauan terhadap kondisi Jembatan Mahulu untuk memastikan tidak terjadi kerusakan serius pada struktur jembatan akibat benturan tersebut. (Jo/red)



