Muara Jawa Jajaki Ekowisata Baru, Bidik Pengelolaan Danau Bekas Tambang Menjadi Tempat Wisata

Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli. (Foto: Asu/redaksi)

KUTAI KARTANEGARA- Kecamatan Muara Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini mulai merancang strategi pembangunan ekonomi baru. Pemerintah kecamatan tengah serius menjajaki pengembangan ekowisata sebagai sektor alternatif yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendongkrak pendapatan dan diversifikasi ekonomi lokal.

Meskipun arah pembangunan mulai bergeser, Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, memastikan bahwa sektor pertanian tetap menjadi penopang utama kehidupan ekonomi masyarakat. Strategi ini diambil untuk menyeimbangkan ketergantungan pada sektor primer dengan inovasi yang berbasis lingkungan.

“Sektor pertanian kami masih kuat. Kami memiliki kelompok tani gabungan (Gapoktan) yang sangat aktif dan konsisten dalam mengembangkan pertanian padi secara mandiri. Ini tetap menjadi tulang punggung kami,” katanya, Senin (16/07/2025)

Ramli mengakui bahwa kekayaan alam Muara Jawa, khususnya di sektor pariwisata, belum dimanfaatkan secara maksimal. Saat ini, Muara Jawa baru memiliki sedikit fasilitas rekreasi berupa kolam renang milik pribadi, dan belum ada destinasi wisata umum yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

“Potensi alam di Muara Jawa ini luar biasa, namun sayangnya belum optimal. Kami melihat peluang besar di sektor pariwisata berbasis alam,” tambahnya.

Salah satu daya tarik baru yang kini tengah dilirik adalah danau alami yang terbentuk dari bekas tambang. Dengan air berwarna biru jernih menyerupai laut, lokasi ini dinilai memiliki potensi besar sebagai objek wisata.

“Airnya bening sekali, benar-benar seperti laut. Kalau dikelola dengan strategi yang tepat, bekas tambang ini bisa disulap menjadi objek ekowisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkap Ramli

Meski inisiatif ini masih berada pada tahap penjajakan awal, pihak Kecamatan Muara Jawa telah memulai langkah komunikasi dengan Dinas Pariwisata Kukar untuk menyampaikan ide dan potensi kawasan tersebut.

Ramli berharap ada perhatian lebih lanjut, baik dari pemkab maupun pihak swasta, untuk mengembangkan kawasan tersebut.

“Kami sudah sampaikan ke Dinas Pariwisata secara informal. Harapan kami tentu agar kawasan ini bisa dilirik untuk ditata menjadi destinasi wisata baru,” tuturnya.

Menurut Ramli, mengembangkan kawasan ekowisata di bekas tambang ini bukan hanya tentang keuntungan ekonomi semata, tetapi juga merupakan upaya krusial untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya konservasi dan perlindungan alam.

“Kalau ini bisa dikembangkan dengan baik, bukan hanya ekonomi yang bangkit, tapi juga semangat masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *