Pemkot Samarinda Ingkar Janji, Jalan Rusak di Pangeran Suryanata Belum Dibenahi

Baru Saja. Pengendara roda 2 yang mengangkut tabung LPG oleng dan nyaris terjatuh di Jalan Pangeran Suryanta. (Foto: Sam/red)

SAMARINDA — Tahun 2025 tinggal menghitung jam. Namun persoalan jalan rusak pasca proyek drainase di Jalan Pangeran Suryanata justru masih menganga, tanpa kepastian penyelesaian.Jalan bergelombang, dan penurunan badan jalan yang seharusnya segera ditangani, kini berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan.

Proyek drainase yang membentang sepanjang Jalan Pangeran Suryanata diketahui menyebabkan penurunan badan jalan di sejumlah titik. Ironisnya, meski masih berada dalam masa pemeliharaan kontraktor, kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut. Publik pun mempertanyakan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda: apakah ingkar janji, atau justru tak berani menagih tanggung jawab kontraktor pelaksana?

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) lanjutan pembangunan saluran drainase Jalan Pangeran Suryanata, Khanif Priyo Utomo, telah mengakui adanya penurunan badan jalan. Ia bahkan menyampaikan rencana survei dan pemeliharaan.

“Memang terjadi penurunan di lokasi itu. Rencana minggu ini kami melakukan survei untuk pemeliharaan, karena proyeknya juga masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan,” ujar Khanif melalui pesan WhatsApp, Senin (1/12/2025).

Namun, pernyataan tersebut kini terasa sebatas janji di atas pesan singkat. Hingga penghujung tahun, kondisi jalan belum juga menunjukkan perubahan signifikan. Yang terjadi justru sebaliknya: kecelakaan lalu lintas hampir menjadi pemandangan harian di lokasi tersebut.

Terpantau pada Rabu (31/12) sore sekitar pukul 15.50 WITA, seorang pengendara sepeda motor yang membawa muatan gas LPG 3 kilogram terjatuh akibat penurunan badan jalan yang licin usai diguyur hujan. Beruntung, korban tidak mengalami luka berat. Namun kejadian ini kembali menambah daftar panjang insiden serupa.

Warga dan pedagang di sekitar lokasi mengaku resah. Mereka menilai kondisi tersebut sudah sangat membahayakan, terlebih saat hujan turun dan jalan menjadi licin.

“Sering betul kecelakaan di sini, tolong viralkan,” ujar Husni, pedagang gorengan yang saban hari berjualan di kawasan itu.

Kerusakan jalan ini bukan lagi soal estetika atau ketidaknyamanan semata, melainkan menyangkut keselamatan publik. Selama masa pemeliharaan masih berjalan, tanggung jawab kontraktor seharusnya ditegakkan tanpa kompromi. Pemkot Samarinda pun dituntut bersikap tegas, bukan sekadar menyampaikan rencana, apalagi membiarkan warga terus menjadi korban.

Menutup tahun dengan jalan rusak dan kecelakaan berulang adalah potret kegagalan tata kelola proyek. Jika tak segera ditangani, Jalan Pangeran Suryanata akan terus menjadi saksi bahwa kelalaian birokrasi bisa berujung pada nyawa. (Sam/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *