KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus mendorong penguatan peran Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) di tingkat desa dan kecamatan. Langkah ini sejalan dengan upaya nasional untuk memperluas akses masyarakat terhadap Teknologi Tepat Guna (TTG).
Posyantek dirancang sebagai pusat informasi dan layanan teknis yang membantu warga mengakses solusi teknologi sesuai kebutuhan lokal. Namun, sejauh ini, perkembangan inovasi di wilayah Kukar masih menghadapi berbagai tantangan, sehingga kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mengoptimalkan fungsi Posyantek.
Arianto, Kepala DPMD Kukar, menyampaikan bahwa penerapan TTG di desa-desa belum maksimal. Ia menekankan bahwa Posyantek harus menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berkreasi dan menciptakan solusi yang relevan dengan kondisi setempat.
“Posyantek tidak boleh hanya menjadi struktur administratif. Ia harus hidup sebagai tempat lahirnya ide-ide teknologi sederhana yang bisa langsung digunakan oleh warga,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Ia menambahkan, Posyantek memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi berbasis potensi lokal—mulai dari alat bantu pertanian, teknologi pengolahan hasil bumi, hingga perangkat pendukung usaha rumahan.
Untuk memperkuat peran tersebut, DPMD Kukar berkomitmen memberikan pendampingan, menyelenggarakan sosialisasi, dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Tujuannya agar Posyantek benar-benar menjadi penggerak inovasi di tingkat desa.
“Kami ingin Posyantek menjadi tempat lahirnya teknologi yang tepat guna, yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. Bukan sekadar wacana, tapi benar-benar berdampak,” tutupnya.(Asu/ADV Diskominfo Kukar)



