KUTAI KARTANEGARA- Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara memeriksa ribuan hewan ternak di masing-masing peternakan dan tempat penjualan hewan kurban di Tenggarong Kukar.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini memang rutin dilakukan setiap tahunnya, guna memastikan hewan-hewan yang dijual terbebas dari penyakit. Baik penyakit yang sifatnya zoonosis maupun tidak.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Gazali Rahman mengatakan pemeriksaan dilakukan di lima titik utama, yakni Tenggarong Seberang, Bukit Biru, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Pesut, dan Rumah Potong Hewan (RPH) Mangkurawang.
“Kegiatan ini rutin kita lakukan untuk memastikan hewan kurban, baik sapi maupun kambing, dalam kondisi sehat dan layak untuk dikonsumsi,” katanya, Selasa (3/6/2025).
Setelah diperiksa, seluruh ternak yang dinyatakan sehat dan memenuhi syarat menjadi hewan kurban diberi tanda pengenal atau eartag di telinganya.
Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan antemortem dan postmorten. Untuk pemeriksaan antemortem sendiri merupakan pemeriksaan fisik seperti umur, bobot dan kondisi badan ternak.
Kemudian untuk postmortem lebih ke pemeriksaan organ ternak setelah dipotong atau dikurbankan meliputi pemeriksaam organ dalam seperti hati untuk memastikan tidak ada cacing atau penyakit lain yang membahayakan.
“Kami imbau masyarakat agar membeli hewan dari peternak yang telah diperiksa oleh petugas. Jangan ragu, karena petugas kami juga aktif melakukan pemeriksaan di kecamatan-kecamatan,”jelasnya
Jumlah ketersediaan hewan kurban tahun 2025 di Kukar cukup banyak, yakni 4.420 ekor sapi, 963 ekor kambing, dan 20 ekor kerbau. Dengan banyaknya ketersediaan hewan ternak ini tentunya mencukupi permintaan kebutuhan hewan kurban didaerah. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)



