Waduk Separi, Sumber Kehidupan Warga yang Mulai Tergerus Waktu

Kades Separi Kutai Kartanegara, Sugianto. (Foto: Asu/redaksi)

KUTAI KARTANEGARA – Lebih dari sekadar bendungan, waduk di Desa Separi Kecamatan Tenggarong merupakan sumber kehidupan masyarakat sekitar. Waduk ini pernah menjadi andalan bagi sektor pertanian, perikanan, hingga aktivitas sehari-hari warga. Namun kini kondisinya mulai menurun dan butuh perhatian serius.

Kepala Desa Separi, Sugianto, mengatakan bahwa dulunya waduk ini mampu mengairi persawahan seluas 600 hingga 1.000 hektare. Aliran airnya menjangkau berbagai wilayah, mulai dari Desa Separi, Bukit Pariaman, hingga Sukamaju.

“Airnya mengalir ke Desa Separi, ada juga yang ke arah Desa Bukit Pariaman, dan sebagian ke Desa Sukamaju. Buangannya kembali ke Separi sehingga sekitar 80 hektare sawah di sini juga ikut mendapat manfaat,” jelas Sugianto, Selasa (26/8/2025).

Selain sebagai sumber irigasi, waduk ini juga mendukung perikanan warga. Ketika musim kemarau dan air mulai surut, masyarakat memanfaatkan momen itu untuk panen ikan yang melimpah. Sebaliknya, ketika air pasang dan banjir, mereka mengalihfungsikan lahan untuk bertanam padi atau melepas bibit ikan.

“Dulu masyarakat Separi merasakan benar manfaat waduk ini. Saat air surut, aman untuk bertani. Ketika air tinggi, mereka bisa memelihara ikan. Jadi benar-benar menjadi tumpuan hidup warga di sini,” kenangnya.

Namun seiring waktu, kondisi waduk tidak lagi seprima dulu. Menurut Sugianto, tanpa perbaikan dan rehabilitasi, manfaat waduk bisa semakin berkurang. Padahal, keberadaan waduk sangat krusial untuk mendukung ketahanan pangan desa dan menjaga ekosistem lingkungan sekitar.

“Sudah saatnya waduk ini diperhatikan kembali. Bukan hanya untuk menjaga tradisi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari waduk, tapi juga untuk memastikan sektor pertanian dan perikanan tetap berjalan,” pungkasnya. (Asu/ADV Diskominfo Kukar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *