SAMARINDA- Permasalahan air bersih di kota Samarinda masih menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota. Pasalnya baru 78 persen daerah di kota tepian ini yang teraliri air bersih.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Andi Muhammad Afif Rayhan Harun mengatakan bahwa meski progres PDAM Samarinda semakin baik dari hari ke hari namun masih banyak hal yang belum diselesaikan dengan tuntas dalam menyediakan kebutuhan air bersih
“Mungkin butuh waktu, kita akan berikan waktu sedikit untuk PDAM agar restorasi nya lebih baik,” katanya di Gedung E DPRD Kaltim, Jumat (30/5/2025)
Afif menjelaskan bahwa saat ini cakupan pelayanan air bersih di Samarinda sudah mencapai 78 persen. Namun, untuk menyelesaikan sisanya dibutuhkan anggaran yang sangat besar.
“Jadi Samarinda sudah memiliki air bersih 78 persen tinggal 22 persen yang belum, Pemkot Samarinda masih kekurangan dana sekitar Rp2 trilun untuk pembangunan intake. Itu yang perlu kita fikirkan antara DPRD dapil Samarinda bersama Pemkot bagaimana Samarinda bisa mewujudkan ini,”jelasnya.
Karena itu, menurutnya penyelesaian masalah ini tidak bisa ditunda-tunda lagi. Ia berharap agar Pemkot bersama DPRD Kaltim dapat segera menyusun skema pendanaan yang tepat, untuk menyelesaikan permasalahan 22 persen wilayah di Samarinda yang belum memiliki air bersih ini.
“Setiap saya reses pasti ada keluhan soal air bersih dan itu menjadi perhatian saya, saya cecar PDAM untuk berbenah,” pungkasnya. (Asu/ADV*)



