Sigit Wibowo Ajak Warga Pahami Makna Pilkada Langsung: “Demokrasi Harus Dihidupkan dari Bawah”

Sigit Wibowo saat menyampaikan warga Prapatan Balikpapan. (Foto: Mat/redaksi)

BALIKPAPAN – Bagi Sigit Wibowo, demokrasi bukan sekadar urusan pemilu atau undang-undang, demokrasi adalah tentang kesadaran rakyat untuk ikut menentukan arah masa depan daerahnya.

Hal itu ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) bertema “Pemilukada Langsung: Masalah dan Tantangannya” di Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota, Selasa (22/10/2025) sore . Di hadapan warga, Sigit berbicara dengan nada akrab, tanpa jarak antara pejabat dan masyarakat.

“Pilkada langsung bukan cuma soal mencoblos. Ini tentang kedaulatan rakyat—hak yang lahir dari perjuangan panjang reformasi,” ujarnya.

Sigit menilai, sistem pemilihan langsung memberi ruang partisipasi yang lebih luas bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri. Namun, ia juga tak menutup mata terhadap tantangan yang masih membayangi.
“Kita masih menghadapi persoalan politik uang dan rendahnya partisipasi. Padahal, satu suara bisa menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan,” tegasnya.

Politisi PAN ini percaya, pendidikan politik tidak boleh berhenti di masa kampanye. Ia berpendapat, kesadaran berdemokrasi harus dibangun dari tingkat paling dasar — dari ruang-ruang pertemuan warga seperti yang ia lakukan sore itu.
“Demokrasi tidak hanya hidup di gedung DPRD, tapi di tengah masyarakat. Karena rakyatlah pemilik sejati kedaulatan,” katanya.

Sigit juga menyambut baik kebijakan penyatuan jadwal Pemilu dan Pilkada secara serentak. Baginya, langkah itu bukan hanya soal efisiensi anggaran, tetapi juga untuk menjaga fokus publik agar lebih banyak energi dicurahkan pada pembangunan ketimbang politik yang berulang.

Menutup pertemuan, ia berpesan agar masyarakat tak apatis terhadap politik.
“Datanglah ke TPS, gunakan hak suara. Demokrasi akan tetap hidup jika rakyat mau terlibat,” pungkasnya.

Di tengah senyum dan tepuk tangan warga Prapatan, Sigit Wibowo meninggalkan kesan bahwa politik bisa tetap hangat, manusiawi, dan mendekatkan — bukan menjauhkan. (Mat/ADV DPRD Kaltim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *