BALIKPAPAN — Matahari mulai memudar di langit Balikpapan , halaman Masjid Nurul Hidayah di Kelurahan Mekar Sari berubah jadi ruang sosialisasi terbuka. Tanpa podium, tanpa naskah panjang. Sigit Wibowo berdiri di depan warga, menebar senyum dan tantangan ringan.
“Siapa yang bawa STNK, ayo maju!” serunya. Senin (13/10/2025).
Lima warga spontan melangkah. Satu per satu STNK diperiksa. Hasilnya, semua tertib bayar pajak. Tepuk tangan pecah, senyum merekah. Sigit pun mengangguk puas. “Kesadaran seperti ini yang kita butuhkan,” ujarnya.
Anggota DPRD Kaltim itu tak sekadar menyosialisasikan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, tapi mengajak warga memahami makna pajak dengan cara membumi.
“Pajak bukan untuk pemerintah, tapi untuk kita. Dari sinilah jalan, sekolah, dan layanan publik dibangun,” tegasnya.
Pendekatan sederhana itu membuat warga merasa dekat, bukan digurui. Di akhir acara, Sigit menutup dengan ajakan singkat, “Mari taat pajak demi daerah yang maju.” Warga pun serempak menjawab, “Siap!”. (Mat/ADV DPRD Kaltim)



